Fanny Crosby

67469Fanny Crosby, seorang pencipta lagu Rohani terkenal.

Suatu hari seorang Hamba Tuhan berkata ; “Sungguh kasihan, Allah memberikan kepada Anda berkat yang melimpah, tapi tidak dengan penglihatan Anda”

Jawab Fanny ; “Jika saya dilahirkan kembali, maka saya akan mengajukan untuk dilahirkan dalam keadaan buta”, Karena saat di sorga nanti, saya ingin yang pertama kali saya lihat adalah Juru Selamatku”

 

WOW. Aku? Apakah akan mengatakan hal yang sama? Pastinya kalau dilahirkan kembali maunya semua kekurangan ini ga ada lagi. Ditegur lagi. Tidak tahu diri..

Maunya ini, maunya itu..

Advertisements

Jatuh, Sejatuh-jatuhnya

flat,1000x1000,075,f

Remuk. Sungguh-sungguh remuk.

Adakah tanah liat berkata kpd pembentuknya:” kenapa Kau buat aku seperti ini?”

Tidak pantas!

Aku tahu itu, tapi semakin hari kenyataan makin menyakitkan.

1 tahun, 7 bulan sejak kejatuhan waktu itu.. waktu terus berjalan.. kaki juga sudah bisa berjalan.. tapi hidupku semakin mati..

Makin Hari Makin mati, sejak kejatuhan itu, Jatuh, sejatuh-jatuhnya.

Tidak tau apa yg harus kudoakan dengan kondisi ini.. Ucapanku selalu ” Aku tidak tau lagi, yg kutau pasti aku sangat memerlukanMu,

Engkau tahu itu, kenyataan bahwa Engkau bukan yg terutama, bukan pula yang pertama tapi satu-satunya.

Aku jatuh dan harus merasakan rasa-rasa putus asa ini. Tidak tau apakah ini memang harus, agar aku bisa benar-benar paham akan keputus-asaan, atau aku GAGAL UJI.

Aku menyadari kebenaran akan kalimat terakhir barusan.

Selalu terngiang: tidak berguna, tidak bisa diandalkan, menyusahkan, rasa-rasa bahkan untuk melihat sebentar saja org lain muak. Itu pendapat semesta termasuk jiwa yg melekat ini, yg setiap waktu meraung-raung.

 

Aku jatuh. Sejatuh-jatuhnya.

 

 

 

 

 

 

 

Jiwaku melekat padaMu

Hari-hari luar biasa membosankan dan sangat jenuh. Setiap hari menunggu jam menunjukkan pukul 17.00  untuk pulang dan berbaring (karena tidak ada sesuatu hal apapun yang dikerjakan di kantor). Kemarin mendengar teman sekantor akan pencapaian-pencapaian mereka, target-target mereka, betapa sibuk dan pentingnya mereka dalam perusahaan ini. Dan hari ini mendengarkan teman SMA akan kesibukan dan pergumulan menjelang pernikahan mereka.

Saya mendengarkan ‘keantusiasan’ mereka dan….. ya kembali berandai-andai..

Apa yang terjadi? Kenapa saya merasa sedang tersesat? Saya dimana? Saya hendak kemana? Apa yang sedang saya lakukan? Ah, harusnya saya tidak melakukan itu kemarin….

Saya mengutip dari buku ‘Not a Fan’ untuk kondisi yang mewakiliku akhir-akhir ini.

Acedia atau apatis rohani. Suatu titik dimana Anda sekedar berkata ‘Aku tidak peduli lagi’. Gairah itu hilang, Anda sama sekali tidak mengejar.

Apa yang harus dilakukan jika sedang mengalami acedia? Anda ingin mengejar Yesus dengan penuh gairah, namun hati Anda berkata sebaliknya? Yesus bekata kepada jemaat Efesus untuk bertobat dan melakukan hal-hal yang dulu pernah mereka lakukan.

Inilah awalan yang baik untuk memulai hubungan Anda dengan Kristus:

  • Akuilah dosa acedia dalam hidup Anda kemudian mulailah  melakukan hal-hal yang dulu pernah Anda lakukan
  • Berlututlah disamping tempat tidur dan ceritakanlah hari Anda pada Tuhan
  • Putarlah musik penyembahan dan ikutlah bernyanyi
  • Ambillah alkitab dan mulai membaca dan merenungkan Firman Allah

Sekalipun awalnya Anda terasa hambar, tetapi tindakan-tindakan itu akan mulai mengobarkan api yang telah meredup. Ambillah ulang komitmen kasih Anda kepada Allah dan kemudian dengan penuh semnagat, kejarlah Dia.

Dalam Mazmur 63:8, Daud membahasakannya seperti ini:

‘Jiwaku melekat kepada-Mu’

Meredakan Emosi

Apa hal yang paling kamu banggakan dalam hidupmu? Hal apa yang sering kamu ceritakan ke teman-temanmu?

Apakah hal tersebut jg yang sering buat hatimu kecewa? Berarti kamu berharap pada hal yang salah. Berarti hal itu tidak pantas untuk kamu banggakan.

Pernahkah ada saat kamu ingin pergi jauh meninggalkan semua? Mungkin semua akan lebih indah jika kamu pergi, pikirmu dan kamu tertidur. Ketika bangun angan itu hilang bersamaan dengan rutinitas yang membosankan itu.

Kurangi kebiasaanmu membandingkan hidupmu dengan hidup orang lain.

Hanya ingin menulis, mendengarkan alunan musik yg menyatakan kebaikanNya hingga tertidur dan terbangun di hari Sabtu.

Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari, jangan khawatir akan hari esok. Tapi mengingat hal-hal yang terjadi beberapa hari ini bagaimana mungkin…?? Rutinitas esok sudah bisa ditebak.

Emosi sudah mulai reda dan bersiap untuk tidur lagi.

Wait and See

Hari terakhir di liburan panjang kali ini. Saya  terbangun karna satu mimpi (lagi). Kira-kira isi mimpi itu:

‘Saya sedang ada kegiatan pelatihan di satu bukit. Saya sedang mencari-cari teman kelompok saya saat itu; saat saya menanyakan orang-orang apakah mereka teman kelompok saya, ada yang tidak peduli, tersenyum sinis, menertawakan, sampai saya tertegun dengan satu sosok. Ya, sosok Mamak.. beliau begitu sehat segar sedang tersenyum (posisinya tidak melihat saya). Mamak sekelompok dengan teman lama saya bernama Rini. Saya berkata kepada Rini: ‘Tau ga, dia itu Mamaku.. tapi dia lupa kalau saya ini anaknya, dia amnesia’. setelah berkata demikian, saya berlari sambil menangis’.

Kemudian saya terbangun, belum habis rasa sedih dalam mimpi.. kembali ke dunia nyata dengan rasa yang lebih lebih sedih lagi.

Begitu banyak hal-hal besar terjadi setelah terakhir saya menulis di blog ini.

12 April 2016 saya mulai masuk kantor, berjalan menggunakan kedua tongkat saya. Berusaha melawan rasa takut dan rasa malu dengan tetap menggunakan tongkat. Dengan kondisi seperti itu, kantor juga kebingungan memberikan pekerjaan jenis apa karna sebelumnya dan pada dasarnya saya juga di lapangan. Hari-hari sangat membosankan.. Dan saya acuh tidak acuh dengan lingkungan, keluarga termasuk bapak.

Bapak memang dalam kondisi kurang sehat saat itu, dan itu sudah cukup lama. Saya tidak mau membebani dengan keluhan-keluhan saya, jadi telpon secukupnya saja; kalau suasana hatiku kurang baik saya tidak mau mengangkat telepon. Rencanaku liburan panjang akan kuhabiskan waktu untuk merawat bapak, memasak apapun makanan kesukaannya.

09 Mei 2016. Ada panggilan tak terjawab dari bapak. Oo, semalam bapak telpon..Niatku menelpon nanti saja pas di kantor. Sampai di kantor, saat mengerjakan tugas, abang menelpon dan memberitahukan kabar dukacita itu. Bapak sudah pergi. 😥

Sangat-sangat terpukul. Pedih sekali.

Secepat mungkin saya pulang. Terseok-seok menggunakan tongkat, saya melihat bapak sudah terbujur kaku di rumah namboru. Namboru yg selama ini mengurusnya

Sekali lagi, ‘anak macam apa saya ini’——————————

Saya tidak tahu, banyak hal yang saya tidak tahu atas apa yang terjadi… Hah.. bukannya kejadian Mamak dulu begitu juga?’Kau tidak tau apa-apa??

Anak macam apa? Empat hari empat malam menangis tiada henti. Terlebih mendengar pernyataan orang-orang “sakit Bapak kemarin makin parah sejak dengar kabar bahwa aku kecelakaan”

Pedih sekali Tuhan. Apakah dengan mengingat-ingat hal ini saya seperti melawan kehendak Tuhan?

Tapi saya sangat merindukan mereka berdua saat ini. Sering dalam tidurku, bapak mamak datang. Betapa pedihnya sewaktu bangun melihat kenyataan pahit. Ingin sekali pergi jauh, ingin sekali melupakan semua mimpi buruk.

Kemana? Pulang kemana? Siapa yang mau kau temui? Siapa yang menyambutmu pulang?

Saya anak introvert. Tidak begitu dekat dengan saudara yang lain. Hanya kepada Bapak Mamak. Dan merekapun Kau ambil Tuhan.. Semangat hidupku benar-benar hilang.

Di luar saya memang kelihatannya ‘sudah kembali’ menjalani hidup seperti biasa. Di dalam saya begitu hancur.

Saya tertegun baca blog adek saya. dan ini memang benar-benar:

Semenjak tahun 2012 penderitaan datang  silih berganti, tapi Ada suatu aturan tak terucap di rumah kami, tidak ada waktu untuk berkabung, Tidak ada waktu untuk mengeluh, dan tidak ada waktu untuk menangisi keadaan. kami harus membungkus kesedihan kami rapat-rapat dalam diam. Tidak ada lagi tempat untuk mencurahkan perasaan. Tidak seorangpun berpikir kalau ternyata kami semua pura-pura kuat, karena mereka tidak bisa mengerti dan enggak akan pernah bisa memahami.

Wah, dia begitu dewasa. Jauh dibanding saya. Ya, dari dulu saya memang anak paling lemah dan aneh dalam keluarga.

Ga tau apa rencana Tuhan besok. Wait and see

Taat dan Disiplin

Kembali kubuka buku yang cukup lama tertutup akibat ‘kesibukan’ yang tidak jelas.

2 Bab dalam seminggu ini cukup membuka mata hatiku oleh Pekerjaan Roh Kudus. Taat. Disiplin.

Taat

Menyadari selama ini responku terhadap ujian/pencobaan salah dan aku kalah. Betapa luar biasanya hasil yang didapat jika menang atas pencobaan itu…

Tapi selama ini aku kalah.

Syukur dan Puji Tuhan, Dia membukakan mata hatiku hingga aku memahaminya.. Situasi yang menekan begitu berat (jika diserahkan kepada Kristus) merupakan alat terbaik di tangan Bapa untuk membentuk aku menuju kekekalan. Percayalah, hingga karyaNya dinyatakan..

Disiplin

Belajar untuk disiplin dalam pikiran, kehendak, emosi, tubuh dan waktu.. Sangat emosional membaca Ratapan 3:1-26.. Mengadu dan jujur di hadpan Tuhan sampai puas, tapi kembalilah kepada kebenaran, kepada sifat-sifat Allah.

Ketika terluka atau merasa ditolak, emosi kita dapat menguasai kita dan kita merasa tak berdaya.. Jika emosi ini dituruti maka kita menjadi tidak terkontrol dan tenggelam dalam keputusasaan.

Berhenti mempertimbangkan emosi, karena emosi hanyalah pelayan kita.. Utamakan kehendak Anda.. Kehendak yg telah diserahkan kepada Alaah.. kehendak untuk memilih taat..Dilatih terus secara disiplin hingga selalu siap dipakai Tuhan.

Trimakasih Tuhan untuk satu waktu yang luar biasa.. Seperti menemukan kepingan hidupku yang terhilang

IMG-20160327-WA0001.jpg

 

Lagu Bila Tuhan MengujiMu

Terkadang di dalam hidupMu
Percobaan berat menimpa
Menghancurkan hidupmu
Meremukkan hidupmu, namun ingatlah

Reff:
Dia Tuhan, tak akan pernah memberi percobaan
Dan ujian melebihi kekuatan yang kau punya
Hendaklah bersyukur Dia melakukan semua karna cinta
Supaya kau beroleh hikmat dan jadi sempurna s’pertiNya

‘Pabila Tuhan mengujimu
Karna Dia menyayangimu
Laksana s’orang Bapa
Yang mendidik anaknya karna cintaNya